Berbagi isi Khutbah 'Id 1 Syawal 1439 Hijriah

Bismillahirrahmanirrahim


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh agar shalat 'id dihadiri semua orang bahkan oleh wanita yang sedang haid sekalipun (untuk mendengarkan khutbah) seperti mengisyaratkan ada hal penting yang harus didengar oleh semua umat muslim.

Alhamdulillah.. Setiap tahunnya di lingkungan rumah sendiri, dilaksanakan shalat 'id dengan isi khutbah yang sarat ketegasan akan penegakkan hukum-hukum Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang tak jarang kita abaikan. Kejadian dimana semua orang islam keluar rumah ini harus dimaksimalkan untuk mendakwahkan kebaikan.

Berikut ini beberapa hal yang tercatat di khutbah 'id 1 syawal 1439 hijriah lalu.


- Selama ramadhan kita merasakan haus. Hal ini mengingatkan kita pada suatu hari kelak di sungai al kautsar.

Terdapat hadits dalam shahih Muslim, dari Anas, ia berkata, suatu saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di sisi kami dan saat itu beliau dalam keadaan tidur ringan (tidak nyenyak). Lantas beliau mengangkat kepala dan tersenyum. Kami pun bertanya, “Mengapa engkau tertawa, wahai Rasulullah?” “Baru saja turun kepadaku suatu surat”, jawab beliau. Lalu beliau membaca,

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الأَبْتَرُ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu; dan berqurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus” (QS. Al Kautsar: 1-3). Kemudian beliau berkata, “Tahukah kalian apa itu Al Kautsar?” “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui”, jawab kami. Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَإِنَّهُ نَهْرٌ وَعَدَنِيهِ رَبِّى عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْهِ خَيْرٌ كَثِيرٌ هُوَ حَوْضٌ تَرِدُ عَلَيْهِ أُمَّتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ آنِيَتُهُ عَدَدُ النُّجُومِ فَيُخْتَلَجُ الْعَبْدُ مِنْهُمْ فَأَقُولُ رَبِّ إِنَّهُ مِنْ أُمَّتِى. فَيَقُولُ مَا تَدْرِى مَا أَحْدَثَتْ بَعْدَكَ

“Al Kautsar adalah sungai yang dijanjikan oleh Rabbku ‘azza wa jalla. Sungai tersebut memiliki kebaikan yang banyak. Ia adalah telaga yang nanti akan didatangi oleh umatku pada hari kiamat nanti. Bejana (gelas) di telaga tersebut sejumlah bintang di langit. Namun ada dari sebagian hamba yang tidak bisa minum dari telaga tersebut............” (HR. Muslim, no. 400).

Rukun iman kelima, yaitu beriman kepada (kejadian-kejadian di) hari akhir. Satu dari sekian banyak kejadian yang telah Allah dan RasulNya kabarkan adalah tentang peristiwa di sungai/telaga al kautsar. Entah kita akan menjadi golongan hamba yang kehausan di kala itu, ataukah tidak. Puasa memberi kesempatan pada kita untuk merasakan betapa rasa haus itu menyiksa. Maka bagaimana nasib kita di telaga al kautsar nanti?


- Ramadhan melatih kita untuk meninggalkan maksiat dan terbiasa beribadah sesuai ajaran Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Sebagaimana hari ini, jika bukan karena Beliau yang mengajarkan, tidak akan mungkin dilaksanakan shalat 'id dan khutbah.

Dua syarat diterimanya amalan ditunjukkan dalam dua hadits. Hadits pertama dari ‘Umar bin Al Khottob, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ ، وَإِنَّمَا لاِمْرِئٍ مَا نَوَى ، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا ، فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niat. Dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Barangsiapa yang berhijrah karena  Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya adalah pada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrah karena dunia yang ia cari-cari atau karena wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya berarti pada apa yang ia tuju”.
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits kedua dari Ummul Mukminin, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat Muslim disebutkan,

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak.” (HR. Muslim)


- Ramadhan melatih kita untuk saling membantu sebagaimana satu dari sekian banyak hadits perumpamaan tentang sesama mukmin melalui hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam :


الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا

“Orang mukmin dengan orang mukmin yang lain seperti sebuah bangunan, sebagian menguatkan sebagian yang lain.” [Shahih Muslim No.4684]

 Diantara wujud saling menguatkan :
- meringankan kesulitan orang lain
- menutupi aib orang lain/pemimpin
- menasehati orang lain/pemimpin dengan adab yang benar



- Poin terakhir yang disampaikan di dalam khutbah 'id adalah tentang wanita. Dalam banyak riwayat, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tak jarang mengakhirkan dakwahnya dengan kalimat berupa nasehat langsung kepada kaum wanita ataupun berupa kalimat perintah kepada kaum laki-laki agar berulang-ulang menasehati wanita dengan baik tentang kebaikan. Salah satu alasan besarnya adalah berkenaan tentang penduduk neraka terbanyak.

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Wahai kaum wanita, bersedekahlah dan perbanyaklah istighfar karena aku melihat penghuni neraka terbanyak adalah (kaum) kalian.

'Kemudian diantara mereka ada  seorang wanita ........ bertanya, ‘Kenapa (kaum) kami menghuni sebagian besar neraka?’ Beliau menjawab, ‘Karena kalian sering melaknat dan mengingkari (kebaikan) suami.’” (Muslim: 238)

Ada pula hadits khusus yang menyebabkan seorang wanita tidak dapat mencium aroma surga!
Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda:

Ada dua golongan penghuni neraka yang belum pernah aku lihat;

Kaum seperti ekor sapi, dengan cambuk itu mereka memukuli rakyat, wanita-wanita yang berpakaian (namun) telanjang berlenggak-lenggok dan miring, rambut mereka seperti punuk unta yang miring, mereka seperti punuk unta yang miring, mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal bau surga tercium dari perjalanan sejauh ini dan itu. (Muslim: 2128)

Disampaikan juga sebuah penjelasan logis sehingga jelas atas sebab (hadits terakhir di atas) wanita bisa masuk neraka.
Wanita yang membuka aurat akan menanggung dosa sejumlah pria bukan mahram yang melihatnya. Semakin terbayang banyaknya kemungkinan dosa yang terkumpul yang bisa menjadi sebab masuknya wanita ke dalam neraka.
Teguran keras ini tidak hanya untuk wanita, tetapi juga para wali dan suaminya.

Demikian beberapa poin khutbah 'idul fitri 1 syawal 1439 hijriah di Kalibata City.

Semoga Bermanfaat.
Taqabalallahu minna wa minkum.
Ya muqollibal qulub tsabbit qolbi 'ala dinika.


Komentar